Reseller Form

Silahkan isi form ini jika anda tertarik untuk menjadi reseller/agen. isilah data dengan benar dan kami akan menghubungi anda.

security image  Click here to change the codes!

Seperti yang telah dibahas pada artikel mengenai definisi video balun, ada sejumlah faktor yang perlu mendapat perhatian terlebih dahulu sebelum penggunaan video balun, diantaranya:

A. Desain sistem
Hal ini meliputi:
1. Kompleksitas desain
2. Jarak

Contoh Kompleksitas desain, yaitu:
a. Adanya monitor di beberapa lokasi yang berjauhan.
b. Beberapa kamera dalam satu gedung ingin disalurkan ke gedung lainnya.
c. Output DVR yang didistribusikan ke monitor atau DVR di ruangan lain.
d. Gedung yang terpisah-pisah dalam satu lahan.
d. Monitor tunggal di Pos penjagaan yang jaraknya jauh.

Pada aplikasi jarak pendek di bawah 100m sistem video balun ini tampaknya belum terasa murah (cost effective), kecuali bisa menghemat waktu dan tenaga saja.  cost effectivenya mulai terasa bila digunakan untuk jarak-jarak jauh di atas 100m.

 B. Panjang kabel
Panjang yang dimaksud adalah overall cable length, dihitung dari titik camera sampai ke input peralatan, misalnya input monitor atau DVR.  Jika dari camera memakai coaxial katakanlah 50m menuju balun, maka yang 50m inipun dimasukkan ke dalam panjang kabel.

 C. Kualitas kabel
Untuk hasil yang optimal perlu diperhatikan kualitas kabel UTP cat 5 yang dipakai.  Cara praktisnya adalah dengan mengukur resistansi kabel saat masih tergulung. Digital multimeter memberikan hasil pembacaan yang mudah.  Sebagai referensi, nilai 29.5 ohm adalah resistansi terkecil yang pernah kami jumpai pada satu merk kabel UTP Category 5 (1 roll = 300m).  Makin kecil nilai resistansi satu kabel, maka semakin baik kualitasnya.  Selain itu perhatikan pula homogenitasnya.  Artinya, setiap pair harus memiliki resistansi yang merata.  Kami pernah menjumpai kabel berkualitas rendah dimana resistansinya selain besar juga tidak sama antara setiap pairnya. Ini sangat memengaruhi kualitas gambar.

 

Jenis-jenis Video Balun

Telah disinggung pada artikel kami sebelumnya, bahwa video balun dapat menyederhanakan instalasi kabel coaxial. Persoalannya sekarang adalah kapan sistem ini bisa diterapkan dan untuk kondisi yang bagaimana.  Menjawab pertanyaan ini tidaklah mudah, karena overall installation cost tidak hanya dihitung dari dipakai tidaknya peralatan ini. Dengan kata lain, sekalipun sederhana kami tidak mengatakan sistem ini cost effective. Terkadang bisa cost effective, tetapi bisa juga tidak. 

Poin penting dalam masalah ini adalah soal jarak dan kompleksitas desain.  Untuk jarak jauh, aplikasi ini bisa menekan biaya kabel dan menghemat waktu.  Demikian pula pada desain yang mensyaratkan adanya monitor di beberapa lokasi dengan kamera yang sama, maka solusi ini dirasa paling pas. Untuk mendistribusikan 16 camera dari satu ruang monitor ke ruangan lainnya, maka 16 kabel coaxial RG-59 bisa digantikan oleh 4 kabel UTP saja. Tentunya saja ini sesuatu yang cukup signifikan dalam menyederhanakan instalasi. 

Baiklah kita tinggalkan dulu wacana di atas.  Sekarang kita akan singgung jenis-jenis video balun yang ada saat ini. Secara umum jenis video balun terbagi dua, yaitu tipe Pasif dan Aktif. Pasif artinya tidak memerlukan tegangan kerja (adaptor 12V), sehingga jaraknya terbatas hingga 300m - 400m saja. Untuk jarak lebih jauh kita bisa menggunakan tipe aktif yang mampu menjangkau jarak sampai dengan 1000 meter.

 

Implementasi Video Balun 

Sistem ini sebenarnya sederhana, tetapi sebelum memulai implementasi ada baiknya kita mengenal dulu istilah-istilah yang dipakai dalam Video Balun.

Setelah itu kita baru memilih kombinasi balun sesuai dengan jarak yang diperlukan. Ya, artinya balun harus dipasang di dua sisi, yaitu sisi camera dan sisi peralatan (misalnya DVR). Oleh sebab itulah kami tidak berani mengatakan sistem ini cost effective. 

Balun
Singkatan dari balance-unbalance. Dalam hal ini yang dimaksud adalah alat untuk mengubah agar sinyal video, audio, tegangan ataupun data bisa mengalir dari kabel coaxial (yang sifatnya unbalance)  ke  kabel UTP (yang balance) pada jarak jauh.

Balun Pasif
Jenis balun yang tidak memerlukan adaptor 12VDC.  Jarak maksimum yang dicantumkan dalam spec adalah 400m.

Balun Aktif
Jenis balun yang memerlukan tegangan dari adaptor 12VDC.  Jarak maksimum bisa mencapai 1000 meter.

Transmitter
Balun yang menyalurkan sinyal dan dipasang di sisi camera (input).

Receiver
Balun yang menerima sinyal dan dipasang di sisi peralatan (misalnya DVR, distributor, quad).

Transceiver
Balun yang bisa berfungsi sebagai transmitter dan receiver.

RJ-45
Nama connector untuk kabel UTP.

BNC
Nama connector untuk kabel coaxial.

Push pin Terminal Block
Terminal kabel untuk menggantikan RJ-45 jika sulit dalam memasang plug connector-nya.

Kombinasi Balun
Pemilihan pasangan balun yang disesuaikan dengan jarak, yaitu:
Pasif -Pasif =  400m
Pasif-Aktif  =  600m
Aktif-Aktif =  1000m
(Dalam spesifikasi jaraknya bisa lebih jauh, kombinasi di atas hanya sebagai patokan saja)

 

Semoga bermanfaat.

 

BACA JUGA:

Apa itu Video Balun

aplikasi video balun

 

 

 

Sumber: cctvgaruda



» Kembali
Copyright © 2011-2018 GlodokCCTV.com - Powered by Dunia-Online