Reseller Form

Silahkan isi form ini jika anda tertarik untuk menjadi reseller/agen. isilah data dengan benar dan kami akan menghubungi anda.

security image  Click here to change the codes!

Berikut ini kami berikan sekali lagi panduan dasar aplikasi Video Balun, khususnya yang berkenaan dengan jarak.  Panduan ini untuk melengkapi penjelasan kami terdahulu dan sangat bermanfaat dalam mendesain sistem. Pertama, perhatikanlah soal jarak, kemudian pilihlah kombinasi balun yang sesuai dengan jarak itu. Terakhir baru sesuaikan dengan jumlah camera yang ada. Sederhana, bukan?

Video Balun : Mendefinisikan Kembali Jarak 

Jika akan dipakai pada jarak maksimal, maka ada baiknya apabila kita meninjau kembali soal jarak.Hal ini berkaitan dengan tahap CDR, sehingga tingkat keberhasilannya bisa terukur. 

 

 Pilih Mana, Video Balun atau Coaxial?

Dalam satu kesempatan kami ditanya mengenai rencana instalasi camera sepanjang kabel 1 kilometer (1000m) dengan pertanyaan sederhana: perlukah video amplifier? Terus terang kami sulit untuk menjawabnya secara langsung.  Sebagaimana mafhum diketahui, bahwa kabel panjang berpotensi mengundang masalah.  Masalah paling ditakuti adalah gangguan gambar berupa noise dan interferensi.  Penyebab utamanya sudah jelas dari panjangnya kabel, karena dengan semakin panjang, maka sinyal semakin lemah.  Jika sepanjang lintasan banyak terdapat noise, maka perbandingan signal-to-noise (S per N) yang diterima oleh DVR akan kecil, sehingga mudah terganggu.  

Lantas, apa hubungannya dengan pertanyaan tadi? Perlukah video amplifier? Jawabannya dilematis.  Di satu sisi, sinyal memang dikuatkan, namun di sisi lain -jangan lupa- noise pun akan dikuatkan pula. Jadi, alih-alih memperoleh gambar yang bagus, namun kenyataannya pada beberapa kasus, menambah video amplifier justru membuat gambar semakin "hancur".  Apakah anda pernah mengalami hal ini?

Nah, bagaimanakah implementasi di lapangan? Sebelum memutuskan memilih salah satu dari kedua sistem tersebut, ada beberapa faktor yang harus dimasukkan ke dalam pertimbangan, yaitu:
1. Jumlah camera.
2. Kondisi jalur lintasan kabel.
3. Kemudahan troubleshooting dan  maintenance.
4. Cost.


Perihal cost kami letakkan pada point terakhir agar nantinya bisa diketahui apakah secara overall sistem Balun lebih murah ketimbang Coax atau malah sebaliknya.  Perlu diketahui pula, bahwa kita tidak bisa memukul rata dengan meng-klaim bahwa satu sistem lebih unggul daripada yang lain, sebab hal itu sangat tergantung dari kondisi di lapangan.  Oleh sebab itulah diperlukan analisa awal terlebih dahulu dengan melibatkan 4 point di atas.  Bagaimana? Berikut ini adalah sebagian dari argumentasi kami secara keseluruhan.

1. Jumlah Camera
Jumlah camera beserta letaknya merupakan faktor utama dalam menentukan apakah kita akan memakai sistem balun atau tetap mempertahankan coaxial. Hal ini berkaitan dengan pemanfaatan "pair" kabel UTP. Jika hanya satu pair saja yang bisa dimanfaatkan (artinya satu camera, satu kabel UTP), maka secara ekonomis efektivitas sistem balun ini masih tidak terasa, malah terkesan boros. Tetapi dari sisi teknis hal itu akan membantu, sebab setidaknya kita masih punya "pair" cadangan.  Melihat kondisi seperti itu, jika memungkinkan, kita sebaiknya memanfaatkan semua "pair" yang ada pada kabel UTP

2. Kondisi Jalur Lintasan Kabel
Kiranya perlu diwaspadai, bahwa instalasi kabel CCTV outdoor sangat rentan terhadap gangguan, terlebih jika jalur kabel melintasi area tegangan tinggi untuk mesin-mesin pabrik. Jangan sekali-kali menumpangkan kabel CCTV -baik UTP maupun Coaxial- dala cable tray elektrik, karena selain menyebabkan interferensi, juga hal ini sangat sulit saat melakukan maintenance. Pilihlah jalur kabel yang lebih "selamat", kendati harus memutar agak jauh. Oleh sebab itulah gambar cable route menjadi penting, karena sangat membantu dalam meng-estimasi panjang kabel secara keseluruhan. Jika daerah berbahaya ini sulit dihindari, maka pertimbangkanlah untuk memakai sistem Balun ketimbang Coaxial dan video amplifier. 

3. Kemudahan dalam Troubleshooting dan Maintenance
Faktor ini jarang diantisipasi, sehingga saat sistem sudah running (dan walhasil ternyata banyak gangguan!), akhirnya cost untuk menambah alat ini dan itu malah menjadi tinggi. Alih-alih menekan cost, namun kenyataannya malah kebalikannya. Alat ini dan itu yang dimaksud, misalnya Ground Loop Isolator, AC Line Filter atau yang paling menjengkelkan adalah mengubah jalur kabel.

4. Cost
Setelah semua dianalisa, maka jatuhkanlah pilihan berdasarkan resiko yang paling kecil, baik dari sisi costmaupun dari segi teknis. 

Kesimpulan VIDEO BALUN
Selama cost memungkinkan, maka untuk jarak di atas 300m dengan jumlah camera yang banyak, menurut hemat kami video balun lebih layak dipertimbangkan. Hal ini disebabkan video balun memiliki daya tolak terhadap noise dan interferensi  yang lebih baik ketimbang  video amplifier.

 

Semoga Bermanfaat.

BACA JUGA:

Apa Itu Video Balun?

Faktor-Faktor Yang Perlu Diketahui Sebelum Menggunakan Video Balun

 

 


Sumber :cctvgaruda



» Kembali
Copyright © 2011-2018 GlodokCCTV.com - Powered by Dunia-Online