Reseller Form

Silahkan isi form ini jika anda tertarik untuk menjadi reseller/agen. isilah data dengan benar dan kami akan menghubungi anda.

security image  Click here to change the codes!

Walaupun sudah lama populer, namun tidak sedikit orang yang mengetahui apa itu Video Balun dan apa saja keuntungan teknis menggunakan video balunVideo Balun atau sering juga disebut twisted pair Transmission atau CCTV Cabling Solution adalah satu teknik menyalurkan sinyal video melalui kabel UTP yang biasa dipakai pada jaringan LAN ( Local Area Network ).

Singkatnya, Video Balun adalah alat untuk menggantikan instalasi kabel coaxial dengan kabel UTP.  Cara ini diklaim memiliki beberapa keuntungan, misalnya:
1. Mengurangi biaya kabel. Hal ini didasarkan pada asumsi harga per meter kabel coaxial lebih mahal ketimbang kabel UTP atau kabel jaringan internet.
2. Memudahkan penarikan kabel CCTV dan menyederhanakan instalasi CCTV. Karena kabel UTP lebih kecil dan lebih ringan ketimbang coaxial (RG59 / RG6).
3. Mengurangi interferensi dan noise pada gambar. Asumsinya adalah kabel UTP yang di dalamnya terpilin (twisted) bisa menolak pengaruh frekuensi tinggi dan noise ketimbang coaxial.
4. Memangkas biaya instalasi CCTV (labor cost) karena waktu instalasi CCTV bisa lebih cepat. 
5. Bisa mencapai jarak hingga 1 kilometer, bahkan lebih dengan memakai video balun aktif

KABEL COAXIAL VS UTP

Kabel coaxial adalah jenis kabel yang umum digunakan dalam teknik radio dan CCTV.  Karakteristik impedansi yang digunakan untuk radio biasanya 50 ohm (contohnya: RG-58), sedangkan untuk CCTV adalah 75 ohm (contohnya: RG-59).  Masalah yang kerap muncul dalam instalasi kabel coaxial jarak jauh adalah interferensi yang diakibatkan oleh pengaruh ground loop

 Ground loop dapat timbul dari longgarnya sambungan connector di kedua ujung kabel, baik di sisi camera maupun di sisi input DVR.  Oleh karena connector kurang "menggigit" kabel, maka camera dan input DVR tidak berada dalam ground yang sama.  Hal ini bisa menyebabkan terjadinya interferensi berupa gambar yang bergaris-garis atau goyang.

Ground loop bisa disebabkan pula oleh kurang sempurnanya sambungan kabel.  Kualitas kabel coaxial yang buruk bisa menjadi penyebab nomor tiga.  Di antaranya adalah hambatan (resistansi) kabel yang tinggi, sehingga  menyebabkan sinyal video rentan terhadap losses.

 
Selain masalah di atas, instalasi kabel coaxial jarak jauh sebanyak jumlah kamera yang terpasang, mendatangkan kesulitan tersendiri bagi teknisi CCTV.  Ukuran kabel yang sebesar telunjuk untuk satu kamera bukan perkara mudah jika jumlahnya mencapai hingga 16 kabel, apalagi 32.  Adakalanya instalasi kabel coaxial untuk kondisi seperti ini tampaknya kurang efektif.

Di sisi lain, ada pula kabel jenis UTP (Unshielded Twisted Pair) yang sudah menjadi standar bagi instalasi pada jaringan komputer (LAN).  Kabel ini memiliki 4 pasang konduktor (disebut dengan 4-pair).  Kendati terdiri atas  4 pair, namun sepengetahuan kami pada instalasi jaringan LAN yang digunakan hanya 2 pair saja, sedangkan sisanya dicadangkan untuk keperluan lain, misalnya untuk Data dan PoE (Power over Ethernet). 

 
Sebagaimana diketahui, kabel-kabel yang terpilin (twisted) memiliki karakteristik sangat baik dalam menolak setiap bentuk noise atau interferensi dimana sifat ini sangat dibutuhkan pada transmisi data.  Nah, keunggulan twisted inilah rupanya yang kemudian dilirik untuk diterapkan pula pada sistem transmisi video (CCTV).  Apalagi jika bukan dimaksudkan sebagai pengganti kabel coaxial.  Dengan memakai kabel UTP diharapkan pengaruh gangguan berupa noise dan interferensi pada kamera bisa dikurangi, bahkan dihilangkan. 


Namun sayang sifat elektrik kedua jenis kabel ini tergolong berbeda. Kabel coaxial, umpamanya, dikategorikan sebagai kabel unbalance, mungkin disebabkan bagiannya tidak sama (ada bagian tunggal dan satunya lagi bagian serabut). Sedangkan kabel UTP digolongkan sebagai kabel balance, dikarenakan penghantarnya sejenis (homogen). Perbedaan inilah yang kemudian memunculkan istilah Balun, yang merupakan kependekan dari Balance unbalance.

Perbedaan impedansi karakteristiknyapun berbeda pula, dimana coaxial umumnya sebesar 75ohm, sedangkan kabel UTP memiliki impedansi tak-terhingga.  Oleh sebab itulah mengapa instalasi CCTV tidak bisa langsung memakai kabel UTP, karena akan terjadi ketidaksesuaian impedansi (mismatch). 

 Ketidaksesuaian impedansi ini dalam banyak hal akan menimbulkan dampak serius. Selain tidak tercapainya transfer sinyal yang maksimum, dalam bidang CCTV hal ini akan menyebabkan loss signal berupa hilangnya gambar.  Untuk mengatasi hal ini diperlukan satu alat penyesuai impedansi dari yang balance ke unbalance. Alat ini disebut Balun (balance-unbalance).  Oleh karena dipakai untuk menyalurkan sinyal gambar, maka istilahnya menjadi Video Balun.  Pihak pembuat menyebut produk ini sebagai Twisted Pair Transmission, yaitu upaya menyalurkan sinyal video, data, bahkan tegangan rendah hanya melalui satu kabel twisted pair.

Hasilnya, video balun sejatinya bisa lebih menyederhanakan instalasi kabel CCTV, karena dengan begitu, maka kabel coaxial bisa digantikan oleh kabel UTP. Sederhananya karena di dalamnya ada 4 pasang kabel, maka seutas kabel UTP dapat menyalurkan 4 sinyal video (camera) atau tepatnya menggantikan 4 tarikan kabel coaxial.  Jarak tempuhnyapun bisa relatif jauh hingga mencapai 400 meter (untuk video balun pasif seperti pada gambar di samping). Untuk tipe balun aktif (memerlukan tegangan DC), maka jaraknya diklaim bisa mencapai hingga 1000 meter bahkan lebih.  Uniknya lagi, konfigurasi video balun ini bisa dibangun dalam berbagai macam kombinasi.  Pada aplikasi Speed Dome, misalnya, satu kabel UTP bisa membawa sinyal videopower dan data RS-485 sekaligus. 


Bayangkan jika kita mengunakan coaxial, maka kita perlu menyediakan 3 jenis kabel yang berbeda, yakni kabel coaxialkabel tegangan dan kabel data. Jadi, pilih yang mana, sebundel kabel coaxial atau seutas kabel twisted pair?

Dibandingkan dengan coaxial, kabel twisted pair UTP memiliki keunggulan terutama dalam meredam interferensi.  Ini disebabkan karena sifatnya yang balance, sehingga bisa mengurangi interferensi dari pengaruh ground loop.  Ground loop merupakan masalah yang kerap terjadi pada instalasi kabel jarak jauh. Gejalanya bermacam-macam, mulai dari gambar bergetar, bergaris halus, bahkan hingga hancur lebur.  Jika sudah telanjur memasang coaxial, maka gangguan ini bisa diatasi oleh ground loop isolator. Bagi yang belum, maka ada alternatif lain yaitu dengan memakai video balun dan menarik kabel UTP.  

Namun, sebelum memutuskan akan memakai balun atau tetap memakai coaxial, ada sejumlah faktor yang perlu mendapat perhatian terlebih dahulu. 

 

Semoga Bermanfaat.

BACA JUGA:

Faktor-Faktor Yang Perlu Diperhitungkan Sebelum Menggunakan Video Balun

Aplikasi Video Balun

 

 

sumber: cctvgaruda



» Kembali
Copyright © 2011-2018 GlodokCCTV.com - Powered by Dunia-Online